
Saya sebelumnya sudah menyadari akan hampanya tujuan saya akan hampanya visi saya. Saya bingung, saya merasa bodoh ketika saya membuang waktu saya, seperti saya mengilangkan kesempatan melihat matahari di pagi hari dan saya baru melihatnya setelah malam datang. Aneh bukan?? ingin melihat matahari tetapi kok malah melihat bulan??ibarat saya menginginkan sebuah kesempatan tetapi sudah datang lagi kesempatan yang baru. SAYA MENGHILANGKAN SEBUAH KESEMPATAN.
Sekarang saya baru sadar, saya malu untuk mengakuinya, tapi saya harus kuat untuk menghancurkannya.
Saya harus dapat merusak masa lalu yang buruk. Saya harus dapat merajut masa depan yang bersinar.
Saya yakin setiap detik menit jam yang berdetak disitulah kesempatan akan selalu muncul. Terkadang kita kurang peka akan kesempatan. Kita terlalu mudah untuk terlena dengan kemalasan dan pekerjaan-pekerjaan yang tidak berguna. Kita harus kenali diri kita sendiri, kita harus gali potensi harta dalam diri kita. Saya harus terus menggali potensi dan terus akan mempertahankan potensi yang sudah ada dan terus mengasahnya dengan menggunakan waktu yang ada,waktu yang tersedia dan jangan sampai waktu terus maju meninggalkan kita dibelakang jauh, jauh dan jauh.
Saya yakin saya punya potensi. Saya yakin saya punya harapan. Begitu pula semua orang didunia. Bagi sahabat dan teman-teman yang sudah mengenali potensi diri masing-masing ayo petahankan dan gali semaksimal mungkin. Waktu terus berjalan dengan cepat. Kita harus dapat menjadikan waktu seperti seorang sahabat. Dalam maksud disini seperti seorang sahabat akan saling menghargai. Begitupun dengan waktu, kita harus dapat menghargai waktu dengan begitu waktu pun akan selalu mengingatkan kita. Waktu-pun akan senantiasa menuntun kita untuk mendapatkan cita-cita dari potensi gemilang yang kita pupuk dulu.
Semoga pengalaman saya ini tentang bagaimana saya tidak bisa memanfaatkan waktu denagan maksimal bahkan minimal. Mungkin hal yang saya rasakan ini, dirasakn juga oleh teman-teman pembaca. Karena senang terlena oleh kemalasan. Sehingga potensi dan kesempatan emas menjadi sia-sia terlewatkan begitu saja.
"Jadikan waktumu sebagai sahabatmu sehingga engkau dapat menghargai waktu dan waktu pun akan selalu menuntun mu menyukseskan potensi-mu".(Zulangga)